TRANSAKSI EFEK DI PASAR MODAL

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah kami yang berjudul “TRANSAKSI EFEK DI PASAR MODAL”
Makalah ini berisikan penjelasan mengenai mekanisme, transaksi efek di pasar modal, sripeless trading, jenis-jenis sekuritas dan efek yang diperdagangkan dalam pasar modal.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir dan kami juga berterima kasih kepada Dosen Pengajar Hukum Pasar Modal, Fakultas Hukum Universitas Riau, Ibu Meriza Elpha SH,. MH.

Pekanbaru, 18 Maret 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan dan Manfaat

BAB II PEMBAHASAN
1. Mekanisme Transaksi Efek di Pasar Modal
2. Pengaturan Mengenai Scripeless Trading
3. Jenis-Jenis Sekuritas dan Efek yang Diperdagangkan di Dalam
Pasar Modal
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Meningkatnya pembangunan ekonomi nasional dan meningkatnya hubunga ekonomi, antar Negara, menunjukkan adanya satu rangkaian kegiatan di bidang ekonomi dengan seperangkat pengaturan hukum. Meningkatnya kegiatan di bidang ekonimo berbanding lurus denganperkembangan dunia pasar modal. 1

Pasar modal merupakan salah satu bagian dari pasar keuangan (financial market), disamping pasar uang (money market) yang sangat penting peranannya bagi pengembangan dunia usaha sebagai salah satu alternative pembiayaan eksternal oleh perusahaan.

Pihak-pihak atau institusi yang terlibat di pasar modal Indonesia tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 Tentang Pasar Modal atau yang disingkat dengan UUPM. Setiap lembaga yang disebut dalam UUPM diberikan kewenangan.

Bursa efek diberikan kewenangan untuk membuat aturan main dan berhak emlakukan tindakan tertentu sesuai dengan peraturan, seperti melakukan penghentian perdagangan saham perusahaan tertentu. Sebagai self regulatory organization atau SRO, otoritas bursa memang mempunyai kewenangan-kewenangan tersebut yang disebutkan dalam undang-undang.

Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka. 2

Hal inilah yang melatarbelakangi Penulis untuk menulis makalah mengenai Transaksi Efek di Pasar Modal. Agar Penulis dan Pembaca dapat mengetahui dan memahami mekanisme transaksi efek dan juga hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana mekanisme transaksi efek di pasar modal?
2. Bagaimana pengaturan mengenai Scripeless trading?
3. Apa saja jenis-jenis sekuritas dan efek yang diperdagangkan di dalam pasar modal?

3. Tujuan dan Manfaat
1. Untuk mengetahui mekanisme transaksi efek di pasar modal
2. Untuk mengetahui pengaturan mengenai Scripeless trading.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis sekuritas dan efek yang diperdagangkan di dalam pasar modal.

1 Sri, Neni. 2009. Hukum Bisnis Telaah tentang Pelaku dan Kegiatan Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu
2 Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal

BAB II
PEMBAHASAN

1. MEKANISME TRANSAKSI EFEK DI PASAR MODAL

Penyebutan efek tersebut sesungguhnya berasal dari bahasa Belanda, yaitu effecten, yang berarti “saham, kertas berharga yang diperjualbelikan, efek” 3 Pengertian efek dalam Pasar Modal Indonesia pengaturannya dapat ditemukan dalam Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Pasar Modal, yang berbunyi sebagai berikut :

Pasal 1
5.Efek adalah surat berharga , yaitu surat engakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivative dari efek.
Sebelum melakukan transaksi, investror harus terlebih dahulu menjadi nasabah di salah satu perusahaan efek yang menjadi anggota bursa. Seperti halnya dalam membuka tabungan di bank, harus ada minimal investasi awal yang ditempatkan. Jumlah deposit yang diwajibkan bervariasi, misalnya ada perusahaan efek yang mewajibkan sebesar Rp.15 juta, ada sebesar Rp.25 juta, dan lain-lain. Namun ada juga perusahaan yang menentukan misalnya 50 persen dari transaksi yang akan dilakukan sebagai deposit. Misalkan seorang nasabah akan bertransaksi sebesar Rp.10 juta maka yang bersangkutan diminta untuk menyetor dana sebesar Rp.5 juta.

Setelah nasabah membuka deposit di sebuah perusahaan efek dan mendapatkan persetujuan dari perusahaan efek tersebut baru dapat dilakukan transaksi saham. Transaksi efek diawali dengan pemesanan (order) untuk harga tertentu. Pesanan tersebut dapat berupa surat maupun melalui telepon yang disampaikan kepada perusahaan efek melalui sales (dealer). Pesan tersebut harus menyebutkan jumlah yang akan dibeli atau dijual dengan menyertakan harga yang ingin diinginkan.
Pada dasarnya pesanan investor dapat dibedakan menjadi:
1) Market Order, yaitu pesanan jual atau beli pada harga yang terbaik;
2) Limit Order, yaitu order jual atau beli pada harga yang telah ditetapkan oleh nasabah;
3) All Order None atau Fil or Kill, dalam hal ini transaksi baru bisa dilaksanakan bila jumlah efek yang ditawarkan sesuai dengan jumlah yang dipesan, jika tidak transaksi tidak dilaksanakan;
4) Discretionary Order, yaitu order yang dilaksanakan berdasarkan tingkat harga yang menurut PPE merupakan harga terbaik untuk nasabahnya;
5) Good Trough the Week, yaitu order yang harus dilaksanakan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan oleh nasabah.

Pesanan jual atau beli saham para investor dari berbagai perusahaan efek akan bertemu di lantai bursa. Setelah terjadi pertemuan (match) antara order, maka proses selanjutnya adalah proses penyelesaian transaksi. Proses pembelian saham diawali dengan seketika investor menghubungi perusahaan efek di mana ia terdaftar sebagai nasabah. Investor tersebut menyampaikan instruksi beli kepada pialang. Misalnya investor ingin membeli saham Telkom (TLKM) pada harga Rp.4.625. Instruksi selanjutnya disampaikan kepada trader atau Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE) perusahaan efek tersebut di lantai bursa. Kemudian trader tersebut memasukkan instruksi beli ke dalam sistim komputer perdagangan di BEI yang dikenal dengan sebutan Jakarta Automated Trading System (JATS). Pelaksanaan perdagangan Efek di Bursa dilakukan dengan menggunakan fasilitas JATS. Perdagangan Efek di Bursa hanya dapat dilakukan oleh anggota bursa yang juga menjadi anggota kliring di KPEI. Anggota Bursa Efek yang terdaftar di BEI bertanggung jawab terhadap seluruh transaksi yang dilakukan di bursa baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.

Berdasarkan penjelasan di atas, menunjukkan bahwa JATS secara otomatis menggunakan mekanisme tawar-menawar secara terus-menerus sehingga untuk pembelian akan diperoleh harga pasar terendah dan sebaliknya untuk transaksi jual diperoleh harga pasar tertinggi. Suatu transaksi dinyatakan berhasil bila terjadi matched antara penawaran jual dan beli. Proses selanjutnya adalah penyelesaian transaksi. Dalam Scripless Trading System, penyelesaian transaksi dapat dilakukan lebih efisien, cepat, dan murah. Para investor di sini tidak perlu lagi mendaftarkan lembar saham yang dimiliki. Semua transaksi terjadi secara elektronik dan tidak secara manual. Dengan Scripless Trading System ini tanpa adanya penyerahan fisik sertifikat saham, tidak ada lagi risiko pemalsuan saham. Proses penyelesaian transaksi dalam Scripless Trading System hanya dilakukan pemindahbukuan antar rekening. Sistem perdagangan melalui sistim ini memiliki mekanisme penyelesaian dan penyimpanan saham secara elektronik merubah sertifikat saham ke dalam bentuk elektronik.

Dalam penjelasan Pasal 55 ayat (1) UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal juga disebutkan penyelesaian pembukuan (book entry settlement) secara elektronik. Penyelesaian transaksi bursa melalui sistim ini dilakukan langsung oleh PPE yang melakukan transaksi, berdasarkan serah terima fisik warkat efek yang dilakukan dengan penyelesaian secara elektronik atau cara lain yang mungkin ditemukan dan diterapkan di masa datang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Banyak jenis efek yang dapat diperjualbelikan melalui Pasar Modal. Saham merupakan salah satu dari jenis-jenis efek yang ditentukan dalam Pasal 1 angka 5 UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Pasal 1 angka 5 undang-undang tersebut mendefenisikan efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. Saham berupa tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau suatu badan dalam suatu perusahaan.

Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya. Akan tetapi sekarang sudah dikenal sistim tanpa warkat dan sudah mulai dilakukan di BEI yang bentuk kepemilikannya tidak lagi diberi nama pemiliknya tetapi sudah berupa account atas nama pemilik atau saham tanpa warkat sehingga penyelesaian transaksi semakin mudah dan cepat. Saham atau ekuitas merupakan surat berharga yang sudah banyak dikenal masyarakat. Umumnya jenis saham yang dikenal adalah saham biasa (common stock).

Saham dibagi menjadi dua jenis yakni saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham biasa merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling junior atau akhir terhadap pembagian deviden dan hak atas harta kekayaan perusahaan jika perusahaan tersebut dilikuidasi (tidak memiliki hak-hak istimewa). Karakteristik lain dari saham biasa adalah dividen dibayarkan selama perusahaan memperoleh laba. Setiap pemilik saham memiliki hak suara dalam RUPS dengan istilah one share one vote. Pemegang saham biasa memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya dan memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang lain.

Sedangkan untuk saham preferen merupakan saham yang memiliki karakterisitk gabungan antara obligasi dan saham biasa karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Persamaan saham preferen dengan obligasi terletak pada tiga hal: ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, deviden tetap selama masa berlaku dari saham dan memiliki hak tebus, serta dapat dipertukarkan dengan saham biasa. Saham preferen lebih aman dibandingkan dnegan saham biasa karena memiliki hak klaim terhadap harta kekayaan perusahaan dan pembagian deviden terlebih dahulu. Saham preferen sulit untuk diperjualbelikan seperti saham biasa karena jumlahnya yang sedikit.

Daya tarik dari investasi saham di Pasar Modal adalah dua keuntungan yang dapat diperoleh pemodal dengan membeli saham atau memiliki saham, yaitu deviden dan capital gain. Deviden merupakan keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Biasanya deviden dibagikan setelah adanya persetujuan pemegang saham dan dilakukan setahun sekali. Agar investor berhak memperoleh deviden, pemodal harus memegang saham tersebut untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan deviden. Deviden yang diberikan perusahaan dapat berupa deviden tunai, di mana pemodal atau pemegang saham memperoleh jumlah saham tambahan. Sedangkan capital gain merupakan selisih antara harga bunga dan harga jual yang terjadi. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Umumnya investor jangka pendek mengharapkan keuntungan dari capital gain.

Saham dikenal memiliki karakteristik sebagai surat berharga yang memberikan peluang keuntungan tinggi namun juga berpotensi risiko tinggi (high risk-high return) saham memungkinkan pemodal memperoleh keuntungan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, namun sering dengan berfluktuasinya harga saham, saham juga dapat membuat investor mengalami kerugian besar dalam waktu singkat. Sesungguhnya sebagai bagi pelaku bisnis di Pasar Modal jika memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham yang perlu ditelaah ulang adalah tingkat risiko yang terkandung (high risk) dengan meneliti dan menganalisis perusahaan publik di Pasar Modal.

Berdasarkan uraian di atas, kegiatan di Pasar Modal melalui bursa (BEI) sesungguhnya merupakan kegiatan seputar jual-beli efek. Efek yang dimaksud adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Berbagai instrumen di atas dapat diperjualbelikan melalui Pasar Modal dalam jangka panjang, baik berupa utang ataupun modal sendiri. Berdasarkan kegiatan-kegiatan efek yang diperdagangkan tersebut, dalam Pasal 1 angka 13 UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal sendiri juga disebutkan bahwa Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Kontribusi Pasar Modal bagi perekonomian suatu negara sangat penting sebab berinvestasi di Pasar Modal memberikan dua fungsi sekaligus, yakni fungsi ekonomi dna fungsi keuangan. Pasar Modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang membutuhkan dana (issurer). Dengan Pasar Modal perusahaan-perusahaan publik dapat memperoleh dana segar dari masyarakat investor melalui penjualan efek-efek perusahaan dengan mekanisme IPO.

Sebagai fungsi keuangan dari Pasar Modal adalah memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Keuntungan lainnya adalah sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi dana secara optimal. Dalam kegiatan berinvestasi saham, investor akan mempertimbangkan keputusan investasinya, mengambil atau tidak, membeli saham atau tidak, dengan menganalisis terlebih dahulu hal-hal sebagai faktor kondusif yang berdampak pada naik turunya harga saham atau efek lainnya. Apalagi jika di dalam Pasar Modal itu sendiri cenderung terjadi perdagangan orang dalam atau perbuatan melawan hukum lainnya seperti penipuan, manipulasi pasar yang melibatkan orang dalam, tentu hal ini akan menjadi pertimbangan efisiensi bagi investor.

a) TahapanTransaksi antara Investor dengan Perusahaan Efek/Perusahan Sekuritas
Hubungan pertama dalam melakukan investasi di Pasar Saham di BEI adalah hubungan antara Investordengan Perusahaan Efek atau lebih dikenal dengan Perusahaan Sekuritas. Berikutini adalah tahapan-tahapan transaksi antara Investor dengan PerusahaanEfek/Perusahan Sekuritas:
1) PembukaanRekening
Seseorang yang akanmenginvestasikan (Investor) uangnya di pasar modal dalam bentuk pembeliansaham, tentunya tidak bisa langsung membeli di Bursa Efek Indonesia. Ia wajibmenempuh prosedur-prosedur yang sekaligus merupakan mekanisme jual/beli dalamBursa Efek Indonesia. Dalam hal ini, Perusahaan Efek adalah gerbang utamadaripada investor. Investor dapat membuka rekening di Perusahaan Efek dengan cara mengisi dokumen-dokumenyang diperlukan. Secara umum, Perusahaan Efek biasanya mewajibkan investoruntuk menyetorkan Deposit atau sejumlah dana tertentu sebagai jaminan dalamproses penyelesaian transaksi yang mulai dari Rp. 50.000.000,- . PerusahaanEfek merupakan suatu lembaga yang dapat melakukankegiatan sebagai perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, manajerinvestasi, penasihat investasi serta kegiatan lain sesuai dengan ketentuanyangditetapkan oleh BAPEPAM. Perusahaan Efek sebagai lembaga kepercayaan masyarakatmempunyai peran strategis dalam menjaga kelangsungan Pasar Modal. Oleh karenaitu, otoritas pasar modal yaitu BAPEPAM telah menetapkan berbagai ketentuanoperasional dalam melakukan kegiatan Perusahaan Efek. Perusahaan efek dituntut untuk memelihara likuiditas yang cukup sehingga mampumemenuhi seluruh kewajibannya. Sebagai contoh, apabila Perusahaan Efekmelakukan transaksi pembelian efek untuk nasabah dan nasabah tersebut tidakdapat menyerahkan dana pada waktuyang ditentukan, maka Perusahaan Efek wajibmelakukan pembayaran atas transaksi efek untuk nasabahnya tersebut. PerusahaanEfek yang dimaksud diatas adalah perusahaan efek yang telah menjadi AnggotaBursa Efek dan telah memperoleh izin dari BAPEPAM.
2) PerintahJual Beli dengan menggunakan JATS
Transaksidiawali dengan memberikan perintah jual dan/atau perintah beli ke PerusahaanEfek. Perintah tersebut dapat diberikan lewat telepon atau perintah secaratertulis. Perintah tersebut harus berisikan nama saham, jumlah yang akan dijualdan/atau dibeli, serta berapa harga jual dan/atau harga beli yang diinginkan.Perintahtersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Perusahaan Efek bersangkutan. Semuatransaksi akan dikirim ke system computer JakartaAutomatic Trading System yang disingkat dengan JATS.
3) Netting,pemindahbukuan antar rekening, dan hasil penyelesaian transaksi
Pada proses iniakan terjadi Netting. Netting adalah kegiatan Kliring yangdilakukan oleh KPEI yang menimbulkan hak dan kewajiban setiap Anggota Kliringuntuk menyerahkan atau menerima sejumlah Efek tertentu yang ditransaksikan danuntuk menerima atau membayar sejumlah uang untuk seluruh Efek yang ditransaksikan. Setelah nettingakan dilakukan pemindahbukuan antar rekening. Setelah itu, Hasilpenyelesaian transaksi disampaikan kepada masing-masing perusahaan efek. Prosespenyelesaian transaksi biasanya membutuhkan waktu tiga hari. Namun JATS, sesuaidengan pengakuan berbagai sumber dilapangan, akan segera ditinggalkan oleh Bursa Efek Indonesia(BEI). Rencananya sistem tersebut akan berubah dan segera digantikan oleh OMXpada tahun 2009. Akan tetapi sampai detik pembuatan Tugas Penelitian ini, JATSbelum dapat digantikan.
b) Tahapan Perdagangan antara Investor dengan Bursa Efek Indonesia (BEI)
Hubungan kedua yang dilakukan oleh investor dalam melakukan investasi adalah hubunganantara investor dengan Bursa Efek Indonesia. Hubungan ini terjadi bila investorsudah melaksanakan hubungan awal yang telah dijelaskan diatas yaitu hubunganantara investor dengan Perusahaan Efek atau Perusahaan Sekuritas. Sebelum memasuki penjelasan mengenai hubunganInvestor dengan BEI, perlulah memahami secara singkat mengenai Harga Saham, Pemantauanatas harga saham oleh investor serta jenis-jenis Index di BEI. Harga Saham Hargasebuah saham dapat berubah naik turun dalam hitungan waktu yang begitu cepat.Hal tersebut dimungkinkan karena banyaknya order yang dimaksukkan ke sistemJATS. Order yang terjadi pada JATS dapat berupa:
1) PenawaranPasar
2) PermintaanPasar
Perlu diingat bahwa BEI, anggota bursa ataupun emiten tidak mempengaruhi atau tidakterlibat dalam pembentukan harga. Di lantai perdagangan BEI terdapat lebih dari400 terminal komputer di mana para pialang dapat memasukkan order yang diterimadari nasabah. Masuknya order-order tersebut baik jual maupun beli akanberpotensi terjadinya transaksi pada harga tertentu.
Para Investor dapat memantaupergerakan atau posisi harga saham melalui beberapa cara, antara lain:
1) Memantaupergerakan harga saham melalui monitor yang terdapat di kantor Perusahaan Efek
2) Melihatpergerakan saham melalui situs web bursa atau fasilitas internet lainnya
3) Melihatperubahan saham di harian atau surat kabar
4) Memantaumelalui radio
Jenis-jenis IndeksHarga Saham yang ada di BEJ adalah sebagai berikut:
1) Indeks Individual
2) Indeks Harga Saham Sektoral
3) IndeksHarga Saham Gabungan – IHSG
4) IndeksLQ – 45
5) IndeksPapan Utama dan Papan Pengembangan
6) Indeks Syariah ( Jakarta Islamic Index – JII)

c) Tata cara perdagangan
Terdapat tiga segmen Pasar diBursa Efek Indoneksia yaitu:
1) Pasar Reguler : Pasar Reguler adalah pasar dimana perdagangan Efek di Bursadilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yangberkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa Efek melaluiJATS dan penyelesaiannya dilakukan pada Hari Bursa ke-3 setelah terjadinyaTransaksi Bursa (T+3).
2) Pasar Negosiasi : Pasar Negosiasi adalah pasar dimana perdagangan Efek di Bursadilaksanakan berdasarkan tawar menawar langsung secara individual dan tidaksecara lelang yang berkesinambungan (Non Continuous Auction Market) danpenyelesaiannya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan Anggota Bursa Efek.
3) PasarTunai : Pasar Reguler Tunai (Pasar Tunai) adalah pasar dimana perdagangan Efekdi Bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yangberkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa Efek melaluiJATS dan penyelesaiannya dilakukan pada Hari Bursa yang sama dengan terjadinyaTransaksi Bursa (T+0).
d) Pelaksanaan Perdagangan
1) Pelaksanaan perdagangan Efek di Bursa dilakukandengan menggunakan fasilitas JATS.
2) Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Regulerdan Pasar Tunai dijamin oleh KPEI
3) Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Regulerdan Pasar Tunai dilaksanakan melalui KSEI setelah melalui Kliring secaraNetting oleh KPEI.
4) Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Negosiasidilakukan berdasarkan hasil Per-transaksi.

e) Pesanan Nasabah
1) Pesanan yang dapat dilaksanakan di Bursa hanyapesanan terbatas (limit order)
2) Setiap instruksi dan pesanan jual dan atau beli,wajib tercatat di bagian Pemasaran yang memuat data waktu dan nomor urut, nomorrekening nasabah, jumlah dan nama (atau kode) Efek, batasan harga, jenistransaksi (jual/beli), serta keterangan mengenai status nasabah (asing/lokal),dan instruksi khusus, jika ada sebelum dimasukan ke JATS.
3) Penawaran jual dan atau permintaan beli nasabahatas Efek selain Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu hanya boleh ditransaksikanoleh Anggota Bursa Efek di Pasar Reguler, kecuali nasabah menginstruksikan ataumenyetujui secara tertulis bahwa penawaran jual atau permintaan belinyaditransaksikan di Pasar Tunai atau Pasar Negosiasi.
f) SatuanPerdagangan
1) Perdagangandi Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot) Efek atau kelipatannya. Satu satuan perdagangan(round lot) saham ditetapkan 500 (lima ratus) saham.
2) Perdagangandi Pasar Negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan (round lot).
g) ProsesTawar Menawar
1) Penawaran jual dan atau permintaan beli yangtelah dimasukkan ke dalam JATS diproses oleh JATS dengan memperhatikanprioritas harga (price priority), dalam arti permintaan beli pada harga yanglebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebihrendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memilikiprioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.
2) Dalam hal penawaran jual atau permintaan belidiajukan pada harga yang sama, JATS memberikan prioritas kepada permintaan beliatau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu (time priority).
h) Biaya dan Perpajakan Transaksi Efek Saham
Biaya Transaksi :
1) Untuk membeli atau menjual saham, investordiwajibkan membayar biaya komisi kepada perusahaan pialang berdasarkanperaturan BEI, biaya komisi ini setinggi-tingginya 1 (satu) persen dari totalnilai transaksi (beli dan jual). Besaran pastinya tergantung negosiasi.
2) Perusahaan Sekuritas dari komisi tersebutdiwajibkan membayar biaya transaksi sebesar: 0,04 persen dari total nilai transaksi saham dan right di Bursa yang terdiri dari:0,01% dari biaya tersebut dialokasikan untuk dana jaminan dan kliring yangdikelola oleh KPEI, 0,009% untuk biaya penyelesaian dan kliring diKPEI, 0,015% untuk biaya operasional BEJ, 0,006% untuk KSEI.
3) 0,02 persen dari total nilai transaksi waran di Bursa yang terdiri dari: 0,005% untuk dana jaminan dan kliring di KPEI, 0,0045% untuk biaya penyelesaian dan kliring diKPEI, 0,0075% untuk biaya operasional BEJ0,003% untuk KSEI
i) Perpajakan
Berdasarkan Peraturan Pajak yang berlaku, penerapanPajak Penghasilan (PPh) atas transaksi saham, adalah sebagai berikut :
1) Penghasilanatas Transaksi Saham di Bursa dikenakan PPh Final (0.1%) dengan landasan hukumPP No 41 tahun 1994 jo. Pasal 1 PP No. 14 tahun 1997
2) PembagianUang Tunai (dividen) dikenakan PPh tarif umum (20%) dengan landasan hukum Pasal4 (1) dan Pasal 23 UU PPh No. 17 tahun 2000
j) Cara Perhitungan Indeks Harga Saham
Rumus Dasar Penghitungan Adalah: Indeks = Nilai Pasar / Nilai Dasar x 100
Nilai Pasar adalahkumulatif jumlah saham hari ini dikali harga pasar hari ini atau disebutsebagai Kapitalisasi pasar Nilai Dasar adalah Nilai yang dihitung berdasarkan harga perdana dari masing-masing saham atauberdasarkan harga yang telah dikoreksi jika perusahaan telah melakukan kegiatanyang menyebabkan jumlah saham yang tercatat di bursa berubah, atau kegiatn yangmenyebabkan perubahan harga dasar saham tersebut.
k) Jam Perdagangan
Jam perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : Senin sampai dengan Kamis: Sesi I pukul 09:30:00sampai dengan 12:00:00; Sesi II pukul 13:30:00 sampai dengan 16:00:00; Jumat: Sesi I pukul 09:30:00 sampai dengan11:30:00; Sesi II pukul 14:00:00 sampai dengan 16:00:00
Jam perdaganganPasar Tunai:Senin sampai dengan Kamis: Sesi I pukul 09:30:00sampai dengan 12:00:00; Jumat: Sesi I pukul 09:30:00 sampai dengan11:30:00.
(Sumber: -wawancara dengan Bpk. Taufiq Rochman yang memegang jabatan penting pada Divisi Pemasaran PT. Bursa Efek Indonesia. -Katalog-katalog dari BEI)

2. SCRIPLESS TRADING

Secara umum pengertian Scripless Trading adalah suatu mekanisme perdagangan di pasar modal, dimana saham-saham yang biasanya diperdagangkan dalam bentuk kertas-kertas saham dan dilakukan dalam bentuk manual, maka dnegan sistem ini perdagangan ini dilakukan secara elektronik seperti yang ada pada rekening perbankan.

Sebetulnya scripless trading merupakan langkah awal menuju suatu cara transaksi yang berbasis internet (online trading) dimana nantinya setiap investor akan dapat melakukan transaksi secara online dari manapun dengan bermodalkan jaringan internet. Scripless trading sendiri sudah berbasiskan internet tetapi bukan jaringan yang bersifat publik, artinya ada keterbatasan-keterbatasan dalam pengaplikasian sistem transaksi. Nantinya order melalui jaringan internet ke bursa bukan lagi hal yang mustahil.

Karakteristik dari scripless trading dibandingkan perdagangan dengan warkat (script trading) adalah:
1) Tidak ada fisik efek Warkat, efek yang diperdagangkan sudah dimasukkan dalam penitipan kolektif pada kustodian sentral (Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian) dan sertifikat efek dikonversikan menjadi data elektronik sehingga tidak ada lagi bentuk fisik efek dalam kegiatan transaksi.
2) Kepemilikan efek dinyatakan dengan posisi pada rekening efek
Tidak adanya perpindahan warkat efek secara fisik mengharuskan para pihak yang melakukan transaksi bursa membuka rekening terlebih dahulu pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP). Mengingat kepemilikan dinyatakan dalam posisi rekening efek, pihak investor yang berupa perusahaan asuransi, reksa dana, bank atau lembaga keuangan lainnya dapat membuka rekening efek pada LPP, juga diharuskan untuk membuka rekening efek pada Perusahaan Efek.
3) Pemindahbukuan secara elektronik. Perpindahan kepemilikan efek dilakukan dengan pemindahbukuan efek di antara rekening efek.
Dalam scripless trading, semua efek yang berbentuk warkat dikonversikan dalam bentuk elektronik dan kepemilikannya juga dinyatakan dalam bentuk elektronik pada rekening efek di KSEI, dengan KPEI (Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia) bertindak sebagai penjamin dalam setiap transaksi yang dilakukan di bursa. Walaupun dinyatakan dalam bentuk rekening elektronik, pemilik rekening memiliki bukti kepemilikan dalam bentuk tertulis yang dikeluarkan oleh pihak KSEI.

Keuntungan dari diberlakukannya sistem scripless trading adalah antara lain:
1) Dari sisi Perusahaan Efek:
a) Perlindungan terhadap nasabah yang tidak memenuhi kewajiban bayar atau tindak kriminal lainnya. Investor tidak bisa melakukan transaksi di luar batas nilai rekeningnya kecuali ada perjanjian permainan margin dimana investor melakukannya dengan jaminan atas efek-efek yang dimilikinya. Hal ini dimungkinkan karena dalam mekanisme scripless trading investor tidak dapat bisa mengambil fisik saham;
b) Semua efek dinyatakan sepadan (fungible), artinya bahwa semua efek yang menjadi objek dalam transaksi di Bursa diperlakukan sama, tidak dibedakan atas dasar kewarganegaraan pemilik dan/atau nomor seri sertifikat efek yang bersangkutan;
c) Perusahaan Efek dapat menggunakan efeknya untuk penyelesaian transaksi jual nasabahnya baik sebagian maupun secara keseluruhan;
d) Perusahaan Efek dapat menggunakan efek nasabah untuk penyelesaian transaksi jual nasabah lainnya, disini efek diperlakukan seperti uang tunai;
e) Anggota Bursa tidak dapat memintakan penyelesaian degan efek spesifik atau efek dari penjual yang memiliki kewarganegaraan tertentu (asing).

2) Dari sisi Investor:
a) Pelayanan penyimpanan secara penuh, tidak perlu khawatir saham yang dimilikinya hilang atau rusak;
b) Hak bagi corporate action didistribusikan ke Rekening Efek secara cepat. Nasabah tidak perlu lagi meregistrasikan sahamnya sehingga investor tidak perlu takut tidak memperoleh right, deviden, saham bonus atau hak lainnya akibat keteledoran untuk meregistrasikan sahamnya;
c) Hak sebagai pemilik manfaat (beneficial ownership) tetap terlindungi yang dituangkan dalam kontrak Rekening Efek.
Peraturan yang Mengatur tentang Scripless Trading
1) Undang-Undang Pasar Modal, UU No.8 Tahun 1995 Dasar Hukum pelaksanaan Scripless Trading ini tercantum dalam pasal 55 ayat (1) UUPM dimana dinyatakan bahwa “Penyelesaian Transaksi Bursa dapat dilaksanakan dengan peyelesaian pembukuan, penyelesaian fisik, atau cara lain yang diterapkan dengan Peraturan Pemerintah.
2) Peraturan Bapepam No.VI.A.3 Tentang Rekening Efek, pada Kustodian, yang antara lain menetapkan: Rekening Efek timbul karena adanya Penitipan Kolektif (PK) atas Efek Penitipan Kolektif adalah jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu Pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian.
3) Peraturan Bapepam No.III.B.6 Tentang Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa.
Peraturan No. III.B.6 ini dimaksudkan untuk mewujudkan kepastian dan keamanan penyelesaian Transaksi Bursa sehingga tercipta perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Sebagaimana diamanatkan dalam UUPM bahwa LKP (Lembaga Kliring dan Penjaminan)-dalam hal ini yang bertindak sebagai LKP adalah PT. KPEI (Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia)-mempunyai tugas untuk menjamin penyelesaian Transaksi Bursa yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek anggota Kliring dengan wajib segera memenuhi kewajiban anggota Kliring apabila anggota Kliring gagal memenuhi kewajibannya berkaitan dengan Transaksi Bursa, selain itu LKP juga berkewajiban untuk bertanggung jawab terhadap kerugian yang timbul akibat keterlambatannya menyelesaikan Transaksi Bursa yang dijaminnya.
4) Peraturan PT. Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia Peraturan PT. Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia yang mengatur tentang Scripless Trading adalah Peraturan No. II Tentang Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa Tanpa Warkat, Keputusan Direksi PT. Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia No: Kep-001/KPEI/0399 tertanggal 11 Maret 1999.
5) Peraturan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia Peraturan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia yang mengatur tentang pelaksanaan Scripless Trading adalah Peraturan Tentang Jasa Kustodian Sentral, Keputusan Direksi PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia No: Kep-015/DIR/KSEI/0500, tertanggal 15 Mei 2000.
Pembuktian
Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa bukti kepemilikan efek diberikan dalam bentuk konfirmasi tertulis, begitu juga apabila terjadi transaksi, setiap transaksi yang telah dilaksanakan terhadap investor akan diberikan konfirmasi tertulis. Setiap penyelesaian transaksi dilakukan dengan debet ataupun kredit efek maupun uang dari rekening nasabah. Persoalan timbul apabila ternyata apa yang tertulis dalam konfirmasi tidak sesuai dengan catatan di Kustodian sebagai penyimpan efek.
Kustodian sebagai perusahaan terikat terhadap UU No.8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan. Dalam pasal 11 UU tersebut dinyatakan bahwa dokumen perusahaan wajib disimpan selama 10 tahun[ix]. Penyimpanan ini sangat penting artinya bagi perusahaan maupun investor. Data-data yang disimpan dalam rekening elektronik merupakan alat bukti yang sah apabila terjadi suatu default yang terjadi dengan atau tanpa kesengajaan. Hal ini diatur dalam pasal 15 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan yang menyatakan bahwa dokumen perusahaan yang telah dimuat dalam mikfrofilm atau media lain dan atau hasil cetaknya merupakan alat bukti yang sah.

Sampai saat ini bisa dikatakan bahwa Pasar Modal sedang meningkatkan kinerjanya dengan salah satu caranya dengan menggunakan teknologi informasi sehingga terjadi efisiensi. Yang kini sedang marak adalah diselenggarakannya remote trading oleh Bursa Efek Jakarta untuk menjaring lebih banyak investor dan mempermudah investor walaupun masih diberlakukan dengan beberapa aturan tertentu.

3. JENIS-JENIS SEKURITAS DAN EFEK YANG DIPERDAGANGKAN DI DALAM PASAR MODAL

Pasar modal merupakan pasar bagi instrumen finansial jangka panjang (lebih dari satu tahun jatuh temponya). Yang dimaksud instrumen dalam pasar modal ini, yaitu semua surat-surat berharga (sekuritas) yang diperdagangkan di bursa. Menurut Suad Husnan menjelaskan jenis sekuritas yang diperdagangkan di Bursa Efek sebagai berikut :
1) Saham Biasa
2) Saham Preferen
3) Obligasi
4) Obligasi Konversi
5) Sertifikat Right
6) Waran
Dari kutipan di diatas dapat dijelaskan bahwa jenis-jenis sekuiritas meliputi :
1) Saham Biasa, yaitu bukti kepemilikan atas suatu perusahaan, keuntungan pemegang saham berasal dai dividen dan kenaikan harga saham (Capital gain). Besar kecilnya dividen yang diterima pemegang saham tidak tetap tetapi tergantung pada RUPS. Pemilik saham biasa mempunyai hak pilih (vote) dalam RUPS untuk keputusan-keputusan yang memerlukan pemunguan suara.
2) Saham Preferent, merupakan saham yang akan menerima sejumlah dividen dengan jumlah yang tetap. Biasanya pemilik saham preferen tidak mempunyai hak pilih dalam RUPS.
3) Obligasi, yaitu surat tanda hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh pemerintah. Obligasi tersebut membayarkan bunga yang ditunjukan oleh coupun rate yang tercantum pada obligasi tersebut.
4) Obligasi Konversi, adalah obligasi yang dapat dikonversikan (ditukar) menjadi saham biasa pada waktu tertentu atau sesudahnya.
5) Sertfikat right, yaitu sekuritas yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli saham baru dengan harga tertentu. Sertifikat ini diberikan kepada pemegang saham lama ketika dilakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham lama.
6) Waran, yaitu sekuritas yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dari perusahaan yang menerbitkan waran tersebut dengan harga tertentu pada waktu tertentu

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
a) Sebelum melakukan transaksi, investror harus terlebih dahulu menjadi nasabah di salah satu perusahaan efek yang menjadi anggota bursa. Setelah nasabah membuka deposit di sebuah perusahaan efek dan mendapatkan persetujuan dari perusahaan efek tersebut baru dapat dilakukan transaksi saham. Transaksi efek diawali dengan pemesanan (order) untuk harga tertentu. Pesanan tersebut dapat berupa surat maupun melalui telepon yang disampaikan kepada perusahaan efek melalui sales (dealer). Pesan tersebut harus menyebutkan jumlah yang akan dibeli atau dijual dengan menyertakan harga yang ingin diinginkan.
b) Scripless Trading adalah suatu mekanisme perdagangan di pasar modal, dimana saham-saham yang biasanya diperdagangkan dalam bentuk kertas-kertas saham dan dilakukan dalam bentuk manual, maka dengan sistem ini perdagangan ini dilakukan secara elektronik seperti yang ada pada rekening perbankan.
c) Pasar modal merupakan pasar bagi instrumen finansial jangka panjang (lebih dari satu tahun jatuh temponya). Yang dimaksud instrumen dalam pasar modal ini, yaitu semua surat-surat berharga (sekuritas) yang diperdagangkan di bursa. Menurut Suad Husnan menjelaskan jenis sekuritas yang diperdagangkan di Bursa Efek sebagai berikut :
1. Saham Biasa
2. Saham Preferen
3. Obligasi
4. Obligasi Konversi
5. Sertifikat Right
6. Waran

DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal
Widjaja, Gunawan. 2004. Efek Sebagai Benda. Jakarta : PT.RajaGrafindo Persada
Sri, Neni. 2009. Hukum Bisnis Telaah tentang Pelaku dan Kegiatan Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s