Ibuku..

kau adalah penyembuh lukaku, membalut setiap sayatan di jiwaku
adalah pelipurku, penyedia kesetiaan disaat dunia tak menyisahkan sedikitpun untukku
membangkitkan semangatku yang terlentang lemah dan yang rela berdarah asal aku tersenyum
kau yang pernah berjalan dengan rintihan tangis dan menunduk mendekap tubuhku dikala kita kehilangan sang ayah
terus berjalan melewati lorong kehidupan tak peduli mereka bertanya
aku yang menjadi saksi kekuatan mu dalam melangkah menyusuri hidup
ricik air dan suara hujan bahkan badai pun tak mampu menggoyahkan kakimu
terus melaju bak kapal besar di tengah ombak
aku sangat kagumi ketulusanmu membesarkanku
kau adalah malaikat tak bersayap tempat Tuhan menitipkanku
kebahagiaanmu memilikiku mengalir teratur dalam setiap detak jantungku
bagiku kau adalah pohon berbunga yang tak bersemak duri
selalu indah bahkan disaat mentari seakan tak mau menyinari
tak ada yang lebih tabah, hanya kau..
di dalam kesunyian kau bergegas, mengumpulkan keberanian untuk menyambut cahaya
hidupmu adalah doa yang panjang
yang kau panjatkan dalam kesederhanaan cinta

telah kau bentuk telaga air dihatiku
tempat aku minum dikala haus

aku tau ada rahasia rindu yang selalu tersimpan dihatimu untuk melihat aku berhasil suatu waktu
dan aku mencintaimu dengan mendoakan keselamatanmu
agar kelak kita dapat bersama saat aku telah menjadi wanita hebat

suatu hari nanti aku akan menjadi jawaban akan setiap surat yang kau layangkan pada sang Khalik
aku akan memperjuangkan segala asa mu
dan menempatkan mu pada kamar yang begitu indah

aku tak kan pernah lelah mencintaimu..
ibu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s