cerita di balik jembatan

aku melihat di bawah jembatan, tepat di dekat aliran sungai. bukan sungai jernih seperti yang sering kulihat di buku dongeng semasa kecil. tapi sungai kotor bersampah dan berbau amis..
sekumpulan rumah berbaris rapat disana, berhimpitan tanpa rongga. aku melihat ada kehidupan, mereka yang buta dan tuli akan dunia. mereka yang hidup jauh dari pendidikan, keramaian, dan kelayakan. anak-anak yang bermain di sungai, yang berteman dengan rakit dan perahu kecil, yang bernyanyi bersama ikan dan pancingan, anak-anak yang bercengkeramah bersama pepohonan dan alam. Anak-anak yang tak menyadari bahwa mereka hidup di bumi yang luas.
Mereka yang harus membawa-bawa timba dan ember hanya untuk mengambil air bersih..
Kaki mereka begitu kuat, telah terbiasa berjalan tanpa alas. Badan mereka sudah kebal, telah terbiasa melewati malam tanpa selimut. Hati mereka begitu tegar, terbiasa hidup di pinggiran kota yang begitu kaya..

Aku belajar dari mereka..
“Tak ada yang patut dikeluhkan dalam hidup ini..”
Karena kebahagiaan berasal dari dalam hati, lahir dari keikhlasan, dan tumbuh dalam kasih..
Hidup adalah sebuah perjalanan panjang tentang perjuangan bukan tentang meraih kekayaan, tentang hidup dalam kebersamaan bukan hidup dalam kemewahan, tentang hidup dalam cinta bukan hidup mencari cinta, tentang hidup dalam pengorbanan bukan hidup dalam perhiasan, tentang hidup yang berbagi bukan sekadar hidup memiliki harta pribadi, tentang menikmati makanan, bukan hanya sekadar mencari makanan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s