ini hanya cerita lama-

Ada lubang di dalam hatiku, yang sempat kututup namun terbuka kembali, akupun tak mengerti
Jika aku harus menepi, maka siapa yang dapat kumintakan tolong untuk menghentikan layarku?
Jika aku harus tetap berlayar, maka siapa yang akan menemaniku?
Adakah angin mau berhenti berhembus sejenak, lalu membiarkanku terapung sendiri di tengah lautan? Tega kah?
Dalam alunan, hembusan, nafas, senyapnya hati, aku sendiri
Aku bertanya
Mengapa harus teringat lagi? Setidaknya jika bekas luka itu masih ada, jangan sampai membuatku menderita seperti dahulu lagi
Aku dan dia
Terpisah
Dia
Jauh
Dan tak kan kembali
Namun aku terluka lagi, saat ku dengar suaranya di selah dedaunan
Saat ku lihat wajahnya dalam samarnya malam
Saat ia menari dalam ilusi
Gelap,
Tetesan air itu terjatuh (lagi) diwajahku
aku tak salah karena mengingatnya, bukan?

Namun
Teman, kau tak perlu khawatir, aku sungguh masih menyadari
aku sangat salah jika masih menginginkannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s