22August

Aku lagi duduk sendirian di bagian sudut ruangan. Sebenarnya sih bukan ruangan tapi arena kecil, seperti teras teras rumah, dengan aksesoris kayu-kayuan, pake music theme juga. Malam. Dengan cahaya lampu menguning di bagian atap dan sisi sisi pagar kayu. Lumayan menarik. Banyak pengunjung. 100% anak muda. Gadis dan lelaki belia, remaja, dewasa. Bercengkeramah dengan begitu menariknya. Beberapa diantaranya adalah sepasang kekasih. Sedang aku duduk sendiri. Bertemankan kentang goreng dan secangkir yoghurt strawberry..

Ramai..
Semua menikmati malamnya. Menikmati perbincangannya. Tak peduli sekelilingnya. Sedikit gaduh. Semua orang berbicara dengan suara keras. Dan tak jarang terdengan suara tawa yang menonjol..

Bersama angin malam aku nikmati pemandangan ini. Entah apa namanya. Sedikit merasa sepi. Merasa sendiri. Diantara ratusan orang yang ku kenal. Mengapa aku sendiri disini?

Melihat handphone sesekali. Tak ada pesan masuk atau seseorang yang menelpon. Sedikit konyol dan canggung dengan situasi ini..

Namun kata hati..
Nikmati saja..
Setidaknya aku masih punya bayangan yang selalu mengikuti..
Merasakan buaian hembusan angin. Atau jika aku mau, aku bisa mengambil handphone, menekan tuts nya, dan menelpon seseorang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s