Sajak

Aku berkelana.. Dengan dada yang terluka.. hanya untuk bertemu dengan siapa yang dapat menemani.. terkadang ku lupa pada sang waktu.. terkadang juga ku lupa pada gemuruh yang telah menggetirkan rasaku.. aku bosan maka ku terus melangkah, lari dari sepi yang membayang.. hanya ku ingin meminta izinmu saat ini.. agar kau menunggu disana, dan aku kan berlari padamu.. mungkin aku akan terjatuh dan terhempas bersama angin yang tak setuju, rindu kan semakin besar sampai pada saat itu..untukmu sebuah nama yang indah, perjalanan panjang ini akan ku lakukan..

Waktu?
Apa yang kau tau tentang waktu?
Apa yang mampu kau jawab tentang waktu?
Melepaskanmu memang bukanlah akhir dari waktuku
Mungkin aku akan merasa sangat sakit pada bagian hati yang tak terlihat dan tak kau pahami
Tapi setelah itu aku akan sangat menghargai jika aku akan bertemu lagi dengan yang lain
kau pernah menyentuh hidupku,
cukup hanya itu yang aku ingin untuk kau ketahui..

Aku berkelana.. Dengan dada yang terluka.. hanya untuk bertemu dengan siapa yang dapat menemani.. terkadang ku lupa pada sang waktu.. terkadang juga ku lupa pada gemuruh yang telah menggetirkan rasaku.. aku bosan maka ku terus melangkah, lari dari sepi yang membayang.. hanya ku ingin meminta izinmu saat ini.. agar kau menunggu disana, dan aku kan berlari padamu.. mungkin aku akan terjatuh dan terhempas bersama angin yang tak setuju, rindu kan semakin besar sampai pada saat itu..untukmu sebuah nama yang indah, perjalanan panjang ini akan ku lakukan..

Waktu?
Apa yang kau tau tentang waktu?
Apa yang mampu kau jawab tentang waktu?
Melepaskanmu memang bukanlah akhir dari waktuku
Mungkin aku akan merasa sangat sakit pada bagian hati yang tak terlihat dan tak kau pahami
Tapi setelah itu aku akan sangat menghargai jika aku akan bertemu lagi dengan yang lain
kau pernah menyentuh hidupku,
cukup hanya itu yang aku ingin untuk kau ketahui..

Rasa itu tetap tinggal dan masih saja tinggal
Bekas jarimu tetap tinggal dan masih saja tinggal

Hujan sebagai isyarat
Ku katakan dengan hati
Ku isyaratkan dengan hujan
Ingat lah aku saat hujan turun
Rindukan aku seiring setiap tetes nya yg jatuh
Rasakan hadirku bersama segar aromanya..
Tenangkan hatimu dalam sejuk yg di bawanya..
Menyentuh wajah dan tubuhmu..
Aku kembali hadir di dekatmu.. di kala hujan turun..
Rasakan detak jantungku bersama irama ug diciptakannya
Di telingamu akan terdengar bisikan..
Bisikan lembut yg ku sampaikan pada hujan..
Salam rindu yg terdalam untukmu..

Rasa di Ujung Pena
Di ujung pena
Ku abadikan rasaku
Di ujung pena
Ku kenang dirimu
Di ujung pena
ku ukir semua yg tak mampu terucap oleh bibirku..
Di ujung pena
Ku ungkapkan sayangku..

Aku dan Rasaku
Aku menyukaimu
Aku menyayangimu
Atau bahkan aku sudah jatuh cinta padamu
Hanya saja aku tak punya kekuatan untuk mengakui ataupun menyadarinya
Aku sederhana
Aku memang seperti ini
Yg tak dapat melakukan banyak hal untuk satu rasa yg ku rasa
Karena aku juga ingin mencintaimu dengan ada nya dirimu
Tanpa ingin ku lukis kau dengan gambar yg ku inginkan
Aku mencintaimu diam-diam
Dalam heningnya hatiku
Dengan semilir angin yg menyentuh dedaunan
Karena aku tak tahu cara lainnya
Masih ini yg ku tau
Karena cinta tertambat di saat aku ingin melangkah
Aku sempat terhenti pada hatimu
Atau jangan-jangan sekarang aku masih terperangkap dalam suatu ruang di relung hatimu
Dimana aku ??
Dimana kamu ??
Aku pun tak mengerti mengapa kita berbeda tempat
Ku injakkan kakiku disini
Dan kau melangkah disana
Namun tetap ku rasa kau bersembunyi dihatiku
Dengan rahasia
Tetap ku jaga…….

Dalam bagian cerita ini, aku ada
Dalam bagian cerita ini, kamu ada
kita bersama dalam cerita ini
dan kita akan keluar juga dari cerita ini..

aku terus melaju menembus hujan
bersama kereta yg membawaku pergi dari ragamu
meninggalkanmu
ku lambaikan tanganku
namun harus kau tau, itu hanya lambaian tangan
karena sesungguhnya
hatiku tak pernah melambai meninggalkanmu..

aku tak mampu bicara
karena aku tak mengenal kata dgn baik
saat ini aku masih dapat mengenal rasa
rasa yg tak mampu ku jelaskan dengan kata
atau dgn syair maupun puisi

titik-titik air kesedihan
menyatu.. bagaikan ombak di pantai
berpacu mengejarku..
dan aku masih berenang di dalamnya
mengecam hatiku yg sekarat
aku berteriak..
dan ku temukan hanya aku sendiri disini..
terdekam bersama jarak yang hampa

tawa dan senyum itu
seakan berubah seketika
seperti pedang yg telah di asa puluhan tahun
tajam dan sangat menusuk
di antara pepohonan aku bersembunyi
bersama bebatuan dan kerikil yang menemani
kini tawa dan senyumku
tersangkut dalam malam
dan ku minta pada pagi
agar terbakar bersama sengatnya segala kesakitan itu

ungkapkan rasamu
saat kau masih bisa merasakan
karena saat semuanya hilang
tak ada kata yang mampu melukiskan penyesalan itu

ku tak pandai menciptakan nada
untuk ku nyanyikan padamu
ku hanya mampu merangkai kata
dengan sederhana
agar kau juga mengerti dengan sederhana
mengenalku dengan sederhana
dan mampu mengenangku dengan sederhana
karena sederhana mengajarkanku banyak hal
dan ku juga ingin kau mendpatkan pelajaran sederhana dengan masuk ke dalam hidupku..

aku mengenalmu hanya dalam waktu yang singkat
aku tak butuh waktu yg lama untuk menyayangimu
perasaan itu menghampiriku begitu saja
dan menarikku ke dalam suasana yg belum pernah ku rasakan seelumnya
aku mengenalmu hanya sesaat
tidak sampai pada ribuan hari
namun kau mampu membuatku menciptakan ribuan kata

Setangkai Untukmu
di sudut jalan yang ku tunjuk nanti kan kau lihat setangkai bunga
cukup kau ambil dan kau bawa dalam genggamanmu sambil menyusuri langkah mu ke depan
selama ini telah kau siram hatiku
telah berbunga.. begitu banyak
namun hanya satu yg mampu ku persembahkan di akhir kita ini
biarkan yg lainnya tertinggal bersamaku..
diam di dalam hatiku..
karena ku tak ingin kau melangkah dengan beban di pundakmu
namun bunga yg setangkai itu, ku berikan sebagai tanda kenangan
bahwa kau pernah hadir dihatiku,,
jangan pernah campakkan, sekalipun ia akan layu nantinya
karena waktu tak akan pernah terulang lagi..
untukku dapat kembali memberinya untukmu..

jangan pernah takut untuk membuat kenangan baru
namun jangan pernah melupakan kenangan kita
walau tak begitu indah warna yg pernah ku beri di dalam hidupmu
walau tak banyak nasihat yang pernah terucap untukmu
walau tak banyak hal yg ku lewati bersamamu
walau semuanya seakan singkat..
namun tetaplah kenang..

banyak orang datang dan pergi begitu saja dalam hidup kita
namun aku tak mau hanya sekadar singgah dalam hidupmu
yg datang kemudan pergi……………
mungkin dengan ini,
ku sisakan sebutir kebahagiaan dalam hatimu
kebahagiaan karena pernah mengenalku
dgn lembaran2 kertas putih buah karyaku..
dengan goresan-goresan tinta yang berarti.

Aku tak pernah menginginkan akhir yg bahagia dari suatu hubungan
Karena aku ingin meyakini bahwa hubungna itu tak akan berakhir
Namun ada kalanya pengorbanan harus di lakukan
Mengorbankan harapan
Untuk kebahagiaan orang lain..
Tak banyak yg dapat terungkap
Sebagian besar masih menyisakan rahasia dihatiku,,
Biar lah aku yg tau..
Hanya aku..

Telah ku sembunyikan bagian hatiku yg terluka
Tak ingin seorang pun kan melihatnya
Kini aku tak peduli
Sungguh tak peduli
Pada sayatan luka di dadaku
Semakin sakit jika ku menyentuhnya..

Kita………
Kita bertemu..
Kita berpisah
Keduanya adalah sama..
Yg membedaknnya adalah ada luka yg tersayat saat aku beranjak darimu..
Dan ada bagian yg kau hilangkan dari cerita ini..

Bagian Hati yang Tersembunyi
Telah ku sembunyikan bagian hati itu
Agar takada seorangpun yg kan melihatnya
Karena hanya ada goresan luka
Dan mereka kan bertanya apa sebabnya ???
Tiada kata yg tepat utk menjelaskannya
Aku sungguh tak peduli

Samudera Tak Bertepi
Ku biarkan angin gelisah melihat ku
Ku biarkan dia menyentuhku tubuhku sampai ia pun bosan
Ku biarkan ia merayuku dengan kesejukannya
Ku biarkan malam membekukan hatiku
Saat ini aku tak peduli pada yg lain
Aku hanya ingin menikmati malam
Dengan kenangan kita..
Karena jantungku masih di dada
Dan ia memintaku untuk mengenang masa itu
Tak mampu ku menolak
Bahkan hembusan angin malam itu pun tak ku hiraukan
Kau melambaikan tangan dalam ingatanku
Mungkin memang benar
Tak ada rasa yg terbuang
Ia hanya bersebunyi
Di bagian yg tak akan ada seorang pun yg kan melihat
Semuanya masih terapung dalam samudera yg tak bertepi..

Berkunang-kunang dalam pandanganku
Semua menjadi samar
Basah dimataku……………

Suatu Kali
Suatu kali pernah..
Cinta tak berwujud
Memecahkan hatiku
Merasuk ke dalam rusukku..
Suatu kali pernah..
Dan cukup hanya sekali..

Kau dan Pelangi
Ku tatap di senja hari
Pelangi di antara jemari hujan
Sambil ku seka peluh jiwaku
Ku mencoba nikmati kala warna-warni itu memancar ke wajahku
Lalu desiran angin lembut berhembus
Pelan..
Pelan..
Ku rasakan..
Semakin terasa di hatiku, bukan hanya di tubuhku,,
Terasa menyentuh sampai ke dalam tulangku..
Senja itu mengingatkanku..
Bahwa kau seperti pelangi
Yang tak selalu tampak
Namun bersembunyi di balik hujan
Dan memang kau kan slalu ada………………………….

Aku dan Pesanmu
Aku bingung !!
Aku mungkin kan berlalu !!
Berlalu seperti kabut terbawa angin !!
Atau seperti embun yg hilang bersama cahaya mentari !!
Lalu ????
Apa gunanya singgah di hati ??
Jika kau hanya duduk di beranda hatiku sejenak
Lalu pergi meninggalkan pesan..
Pesan yg hanya tersirat bersama jejak kakimu..

Aku memang tak mengerti
Bagaimana caranya menuangkannya ke dalam goresan-goresan tinta hitan
Tiada bahasa luka yg ku temukan
Tiada yg tepat !!
Mungkin hanya dengan menutup mata,
Ke bisa merasakan diam itu menyentuh
Dan bisa ku lukis semuanya dalam tidurku..

Aku mungkin telah terlambat
Memuntahkan kepenatan dalam rasamu..
Aku mungkin memang pecundang
Sehingga kita terombang-ambing dalam air mata

Kini telah ku lumatkan ayat rindu untukmu
Melebur dengan tinta yang berderas
Memenuhi garis lurus buku ini..

Telah ku tambatkan namamu
Dalam catatan mimpiku
Namun ku tak mau sakitmu merekah, seperti kuncup yang mengembang
Mungkin.. cukuplah hanya aku yg tersandung kerikl tajam hingga melukaiku
Biar aku yg merasa,
Namun kau jangan..

Telah kau tahan sesak di dadamu
Bukan ku tak bertanya namun kau selalu merasa sendiri
Ahhhh
Mengapa selalu menyalahkan ruang ini
Pengab
Begitu menyengat pernapasanku
Paru-paruku penuh udara kotor
Karena rasa yang tersampaikan
Tanpa kau tahu
Dan sepertinya kau tak akan tahu

Hari ini, setelah pamit ku
Aku tak tau apa yg akan terjadi
Kiri ?
Kanan ?
Jalan mana yg akan ku tuju dan yg akan kau tuju
Sungguh aku tak mampu menerka

Hari ini setelah pamit ku
Aku tak tau bagaimana ku katakna pada hatiku sendiri
Agar ia kuat
Meninggalkanmu

Hari ini setelah pamit ku
Aku tak tau masih bisa bermanja kah aku dengan bayangmu?
Masih pantaskah aku merindumu ?
Atau mungkin nanti ku masih akan mengetuk pintumu ?
Masih kah dapat ku ciptakan puisi untukmu

Hari ini setelah pamit ku
Apakah aku masih kau sayang ???????

Meniti dengan Serpihan
Meniti jalan di medan cinta
Melihat kemilau dan remangnya jalan ini
Aku bak wanita dari sisi dunia yg terhilang
Kehliangan sebagian cintanya
Namun tetap ingin terus berjalan
Menyususri pinggiran kelam
Menggenggam serpihan yg tersisa
Debu beterbangan, namun ku lanjutkan perjalanan
Ku tepis semua mimpi yg sepertinya tak berarti
Agar ku dapat memilih yg pasti
Apa gerangan yg telah terjadi
Adakah yg siap mendamaikan hati
Ketika sadarbternyata kau tak ada lagi
Namun tetap ku nikmati setiap tusukan ini
Ku ikut kemana saja
Bagai angin berhembus di sekitar jalan ini
Tapi tiada yg dapat merampas,, serpihan yg tersisa ini

Mataku lelah namun tak juga mau terlelap
Tak bisa !
Tak bisa !
Waktu segeralah berlalu..
Ku kecup ubun malam
Hingga membelokkan hayatanku
Di langit-langit kamar masih tergambar semua nya
Merawat segala yg tersisa
Sebagai tanda ketabahan dan tegarku
Ombak rindu pun semakin bergelora….

Jejak kaki yg hilang di pasir putih

Di lautan matamu yang berbinar-binar ku lihat sesuatu
Tak tau apakah akan basah segera..
Biarkan ku tebar jala duka ku
Agar kita rasakan bersama…….
Malam ini,,
Bagaimana bisa ku katakan padamu,,
Di ujung hati masih tersimpan rasa..
Dapatkah ku buat lubang didalamnya? Agar terbunuh saja bersama kerlipan mata burung gagak yang mematuk hatiku ?
Ahhhhh
Tak ingin terlalu lemah
Namun biarlah isyarat ini sampai kepadamu

Kita sama-sama memiliki hati
Lalu kita berjuang untuk tak meragu
Kita telah berjuang untuk saling percaya
Namun apakah akhirnya perjuangan itu ??

Kita sama-sama memiliki hati
Kita telah berjuang untuk terus berjalan,,
Jika kau lelah ?
Mau kah kau ku topang ?
Atau kau mau mnegakhirinya ?
Tiada jawab padaku sayang
Tanya hatimu,,

Suara dalam Syair
Kau terperangkap pada syairku
Dan ku juga telah terperangkap pada senandungmu
Kita ada di tempat yg kita tak mengerti
Kita tetap memainkan musik ini sampai lelah menyingkapkan artinya pada kita

Dapatkah kau rasakan lembutnya suara itu ?
Memecah ego dan logika kita yg tak seberapa
Dibandingkan dengan kekuatan yg ada di hati kita
Ku hela suaramu di pundakmu..
Ku nikmati hangatmu……
Sampai aku semakin tak mengerti………

Jantungmu dan Jiwaku
Ketukan lembut jantung mu terasa di dadaku
Jiwaku berteduh nyaman dalam tatapan matamu
Walau hatiku tersangkut pada kawat berduri
Tapi tiada ku hiraukan saat ku bersamamu

Dedaunan mengantarku pulang
Aku seperti orang asing
Dalam warna lautan keruh
Aku terhimpit
Dalam bongkahan harapan yg tersisa
Alam kan mencaci tiada henti
Merentangkan hatiku di perempatan jalan
Aku seperti bukan aku lagi
Aku benar seperti orang asing
Di antara desakan tiupan angin
Semakin menyesakkan ku rasa
Hanya dapat berjalan
Menikuti alur pepohonan disamping kakiku
Mengutip dedauann yang gugur bersama badai
Agar ku punya teman pulang

Bersama ujung mataku
Dari beberapa bulan ini telah ku catat semua
Dari dalam hingga ke kulitnya
Dengan hati-hati
Namun semua terlepas
Bersama ujung mataku yang berair
Kemarau telah menggugurkan semuanya
Mawar pun enggan mengembang
Harua apakah aku kini ??

Gerimis berbisik pada hati
Di luar kata atau di dalam kata
Sebenarnya tiada alunan itu kan berhenti
Karena kita menciptakannya sendiri
Menciptakan apa yang dari hati
Jangan pernah mencoba tak peduli
Pada gerimis kecil yang berbisik
Dalam setiap langkah
Dalam setiap penantian
Kata tiada pernah di temukan dengan tepat
Kita memang harus mengerti dengan hati

Menanti kita
Jawablah setiap suratku
Dalam helaan nafas panjangmu
Gambarkan anggrek bulan di dalamnya
Karena ku ingin kau tetap menggambarkan semua yang kau tau
Tentang apa yang terucap
Dan tersimpan dalam rahasia
Jangan pernah terlepas dari tanganmu
Setiap bayangan itu
Ku juga berharap kan menjadi nyata
Dengan cahaya keemasan yang menanti kita..

Ku Dengar
Telah ku tutup pintu dan jendela
Namun masih terdengar dengan sangat jelas
Ku cari dimana asal suara itu
Terlalu mengusikku dengan kebenarannya
Ku berjalan kian kemari
Sudah seperti orang bodoh dalam remangnya malam di kesunyian desa
Tak mampu ku tangkap
Sampai aku tergelincir di atas licinnya lantai
Ku terjatuh dan semakin dekat ku dengan dadaku
Ku raba dan terasa
Ku dengar dan terdengar jelas
Suara itu bukan berasal dari luar
Tapi dari sini.. dari sisi yang paling dalam
Di dadaku
Tepat di hatiku..

Titipan dari Hatiku
bangunlah dari kecewamu
lihat ke hamparan di lembah hati
telah kau toreh segenap rasa disana
jangan tinggalkan begitu saja dan jangan juga tinggalkan harapanku
telah ku sampaikan pesan di telinga kananmu
“siangi lah, ku kan membantumu….”
Semakin lebat rasanya tetes air mata ini terjatuh
Sambil bibir berkata dengan gemetarannya
Tak mampu ku melanjutkan bahkan memaksa
Ini kisahku dan kisahmu
Kita bersama disini
Ku mendesah semuanya dia atas kertas
Bersama titipan syahdu dari hati kecilku..

Kau dan Doa ku
Kau adalah kalimat dalam doaku
Kata terindah
Seperti melati di tengah ilalang
Membuatku yakin bersama datangnya senja
Menoleh pada huruf dalam namamu
Sengaja atau tidak sengaja kita telah bertemu
Dan ku sampaikan padaNya
Aku bahagia dengan kesempatan ini……

Tersenyum mengepakkan Sayap
Kita mendekat pada api
Ingin merasa hangat dari desiran asapnya
Tapi awas jangan sampai kita terbakar
Ku juga tak mau sampai kau terluka karenanya
Cukup kita disini
Sampai semburan air menghentikan kita
Dan kita bisa mencicip rasa
Di temani gua langit
Kemudian tersenyum mengepakkan sayap
Menghilangkan lelah dari merangkak bumi selama ini..

Menanti kita
Jawablah setiap suratku
Dalam helaan nafas panjangmu
Gambarkan anggrek bulan di dalamnya
Karena ku ingin kau tetap menggambarkan semua yang kau tau
Tentang apa yang terucap
Dan tersimpan dalam rahasia
Jangan pernah terlepas dari tanganmu
Setiap bayangan itu
Ku juga berharap kan menjadi nyata
Dengan cahaya keemasan yang menanti kita..

Ku Dengar
Telah ku tutup pintu dan jendela
Namun masih terdengar dengan sangat jelas
Ku cari dimana asal suara itu
Terlalu mengusikku dengan kebenarannya
Ku berjalan kian kemari
Sudah seperti orang bodoh dalam remangnya malam di kesunyian desa
Tak mampu ku tangkap
Sampai aku tergelincir di atas licinnya lantai
Ku terjatuh dan semakin dekat ku dengan dadaku
Ku raba dan terasa
Ku dengar dan terdengar jelas
Suara itu bukan berasal dari luar
Tapi dari sini.. dari sisi yang paling dalam
Di dadaku
Tepat di hatiku..

Titipan dari Hatiku
bangunlah dari kecewamu
lihat ke hamparan di lembah hati
telah kau toreh segenap rasa disana
jangan tinggalkan begitu saja dan jangan juga tinggalkan harapanku
telah ku sampaikan pesan di telinga kananmu
“siangi lah, ku kan membantumu….”
Semakin lebat rasanya tetes air mata ini terjatuh
Sambil bibir berkata dengan gemetarannya
Tak mampu ku melanjutkan bahkan memaksa
Ini kisahku dan kisahmu
Kita bersama disini
Ku mendesah semuanya dia atas kertas
Bersama titipan syahdu dari hati kecilku..

Kau dan Doa ku
Kau adalah kalimat dalam doaku
Kata terindah
Seperti melati di tengah ilalang
Membuatku yakin bersama datangnya senja
Menoleh pada huruf dalam namamu
Sengaja atau tidak sengaja kita telah bertemu
Dan ku sampaikan padaNya
Aku bahagia dengan kesempatan ini……

Tersenyum mengepakkan Sayap
Kita mendekat pada api
Ingin merasa hangat dari desiran asapnya
Tapi awas jangan sampai kita terbakar
Ku juga tak mau sampai kau terluka karenanya
Cukup kita disini
Sampai semburan air menghentikan kita
Dan kita bisa mencicip rasa
Di temani gua langit
Kemudian tersenyum mengepakkan sayap
Menghilangkan lelah dari merangkak bumi selama ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s